Panggil Pekerja Dengan Nama Hewan, Fahrudin Anggota DPRD Kota Sungai Penuh Fraksi Golkar, Tuai Kecaman

banner 120x600

Sungai Penuh, Reportinvestigasi.com

Diduga Hina Pekerja dengan Ucapan Kasar, Anggota DPRD Fraksi Golkar Sungai Penuh Fahrudin Kembali Mendapat Kecaman Dari Masyarakat

Nama Fahrudin, anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi Golkar yang juga duduk di Komisi II, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, ulahnya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembongkaran Pasar Beringin membuat para pekerja geram dan merasa dilecehkan dengan ucapannya yang tak beretika.

Dilansir dari PBN TV, Mitra Media Reportinvestigasi.com, Insiden tersebut terjadi ketika rombongan Komisi II DPRD melakukan peninjauan ke lokasi proyek pembongkaran pasar yang berada di wilayah pusat Kota Sungai Penuh. Dalam sidak itu, Fahrudin terlihat mempertanyakan izin pembongkaran kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Namun, suasana mendadak memanas ketika Fahrudin dengan nada tinggi mendatangi sejumlah pekerja yang tengah beraktivitas di lokasi.

Menurut keterangan saksi di lapangan, Fahrudin diduga melontarkan kata-kata kasar dengan menyebut nama hewan kepada para pekerja bangunan. Ucapan tersebut sontak menyinggung perasaan para pekerja, terlebih karena di antara mereka terdapat sejumlah tokoh adat yang bergelar Depati dan Rio dari wilayah Pondok Tinggi.

Salah seorang pengawas lapangan, Utih Ijal, mengaku sangat keberatan dan tidak terima atas sikap arogan anggota dewan tersebut. Ia menegaskan bahwa para pekerja hanya melaksanakan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Kami ini hanya menjalankan pekerjaan sesuai arahan dan aturan. Kalau soal izin pembongkaran, itu bukan urusan kami. Tapi kalau sampai dihina dengan sebutan nama hewan, tentu kami tidak bisa menerima,” ujar Utih Ijal dengan nada kesal. Ia juga menegaskan bahwa ucapan kasar yang keluar dari mulut seorang pejabat publik seperti anggota DPRD sangat tidak pantas, apalagi disampaikan di depan banyak orang. Menurutnya, perbuatan tersebut telah mencederai martabat para pekerja dan adat setempat.

“Kami menghormati beliau sebagai wakil rakyat, tapi wakil rakyat seharusnya bisa memberi contoh yang baik, bukan malah memaki rakyat dengan kata-kata kotor,” tambahnya.

Utih Ijal mengatakan, pihaknya bersama rekan-rekan pekerja akan menindaklanjuti persoalan ini secara serius. Mereka meminta agar Fahrudin segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh pekerja yang merasa dilecehkan.

“Kalau tidak ada itikad baik dari Fahrudin untuk menyelesaikan ini secara kekeluargaan, kami akan membawa masalah ini ke ranah adat maupun hukum,” tegasnya.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan oknum anggota dewan tersebut. Warga menilai, sikap temperamental dan ucapan tidak pantas dari seorang wakil rakyat tidak hanya mencoreng nama lembaga DPRD, tetapi juga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap wakil mereka di parlemen.

Sejumlah tokoh masyarakat Pondok Tinggi pun menyerukan agar pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh menindak tegas anggotanya yang berperilaku tidak mencerminkan etika dan kehormatan lembaga legislatif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Fahrudin terkait insiden yang membuat para pekerja di Pasar Beringin tersinggung dan berencana menempuh jalur adat serta hukum tersebut.

(Okebaik/Un)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *